Jl. Meranti, Sicincin, Payakumbuh
sgabusi2020@gmail.com
075293340
Kembali ke Berita
Berita
Salat Bukan Beban, Tapi Kebutuhan

Semangat Tak Padam Meski diselimuti Kabut dan Embun Pagi: Laporan Hari Keempat Pesantren Ramadan Kelas VII SMP 3 Payakumbuh

PAYAKUMBUH – Suasana dingin dan kabut tebal yang menyelimuti pagi hari di Payakumbuh pada Kamis (12/3/2026) tidak sedikit pun menyurutkan langkah siswa kelas VII untuk hadir di Musala Al Hilal SMP Negeri 3 Payakumbuh. Memasuki hari keempat pelaksanaan Pesantren Ramadan, para siswa tetap menunjukkan antusiasme tinggi demi menimba ilmu agama. Rangkaian agenda pagi diawali tepat pukul 08.00 WIB dengan pelaksanaan Salat Duha berjamaah yang dibimbing oleh guru jam pelajaran pertama, kemudian dilanjutkan dengan sesi Zikir Pagi yang dipandu dengan khidmat oleh Ibu Lona Gustina Utami, S.Pd.I. selaku guru PAI.

​Memasuki inti acara pada pukul 09.30 WIB, suasana semakin hangat saat Ustadz Hanan Putra, Lc, M.A. menyampaikan ceramah agama yang sangat menyentuh hati. Mengusung tema "Salat Bukan Beban, Tapi Kebutuhan", beliau menekankan bahwa ibadah lima waktu seharusnya menjadi sarana istirahat dan kekuatan bagi seorang Muslim, bukan sekadar kewajiban yang menggugurkan beban. Penjelasan yang lugas dari ustaz lulusan Timur Tengah ini memberikan sudut pandang baru bagi para siswa mengenai pentingnya menjaga kualitas komunikasi dengan Sang Pencipta melalui salat yang khusyuk.

Dalam materinya, beliau menjelaskan dengan pendekatan yang relevan bagi remaja bahwa salat adalah bentuk "recharge" energi spiritual. Beliau menekankan bahwa sebagaimana ponsel membutuhkan daya, jiwa manusia pun membutuhkan salat agar tetap tenang dalam menghadapi tekanan pelajaran maupun pergaulan. Para siswa tampak menyimak dengan saksama saat ustaz mengisahkan betapa salat menjadi kunci kesuksesan para tokoh besar Islam di masa lalu

​Setelah jeda istirahat selama tiga puluh menit, kegiatan berlanjut ke dalam ruang kelas masing-masing untuk agenda Tadarus Al-Qur'an kolektif. Dari pukul 11.00 hingga 12.30 WIB, para siswa fokus memperlancar bacaan mereka dengan pendampingan intensif dari guru jam pelajaran ke-6 sampai ke-8. Seluruh rangkaian kegiatan hari keempat ini kemudian ditutup secara resmi dengan pelaksanaan Shalat Zuhur berjamaah, sebelum akhirnya para siswa diperkenankan kembali ke rumah masing-masing dengan membawa bekal spiritual yang berharga.