Jl. Meranti, Sicincin, Payakumbuh
sgabusi2020@gmail.com
075293340
Kembali ke Berita
Berita
Salat Bukan Beban, Tapi Kebutuhan: Pesan Mendalam di Hari Kedua Pesantren Ramadhan SMP Negeri 3 Payakumbuh

PAYAKUMBUH – Memasuki hari kedua pelaksanaan Pesantren Ramadhan, Musala Al Hilal SMP Negeri 3 Payakumbuh tampak dipenuhi oleh siswa kelas IX yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan. Agenda yang dilaksanakan pada Selasa (24/2) ini bertujuan untuk memperkuat karakter dan spiritualitas siswa di tengah bulan suci. Kehadiran para siswa yang tertib mencerminkan semangat religius yang tinggi di lingkungan sekolah. Diharapkan momentum ini dapat menjadi titik balik bagi siswa untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pelaksanaan salat duha berjamaah. Ibadah sunnah ini berlangsung khidmat dengan pendampingan langsung dari guru yang mengajar pada jam pelajaran pertama. Suasana pagi yang tenang di sekolah menambah kekhusyukan para siswa dalam bersujud. Guru-guru tidak hanya mengawasi, tetapi juga memberikan teladan langsung dalam pelaksanaan ibadah tersebut.

Setelah salat, suasana religius semakin terasa saat seluruh peserta melantunkan zikir pagi. Sesi ini dibimbing oleh Bapak Zul Apendi, S.Pd. yang memandu para siswa untuk lebih tenang dan fokus sebelum menerima materi inti. Lantunan zikir yang menggema di dalam musala memberikan kesejukan bagi jiwa setiap yang hadir. Hal ini dilakukan agar hati para siswa siap menerima siraman rohani yang akan disampaikan kemudian.

Puncak acara pada pagi hari tersebut adalah ceramah agama yang menghadirkan Ustaz Hanan Putra, Lc., M.A. sebagai pemateri. Dalam tausiyahnya yang berlangsung dari pukul 09.30 hingga 10.30 WIB, beliau mengusung judl yang sangat relevan bagi remaja: "Sholat Bukan Beban, Tapi Kebutuhan". Pemilihan judul ini dinilai sangat tepat mengingat tantangan pergaulan dan gaya hidup remaja masa kini. Seluruh siswa tampak menyimak dengan saksama setiap poin penting yang disampaikan oleh sang ustaz.

Dalam paparannya, Ustaz Hanan menekankan bahwa salat seharusnya tidak dianggap sebagai penggugur kewajiban semata, melainkan sebagai sarana komunikasi antara hamba dengan Sang Pencipta yang memberikan ketenangan batin. Beliau menjelaskan bahwa melalui salat, setiap individu dapat mencurahkan segala keluh kesah dan persoalan hidupnya kepada Tuhan. Dengan komunikasi yang intens ini, niscaya perlindungan dan petunjuk Allah akan selalu menyertai langkah mereka. 

Kegiatan dilanjutkan pada pukul 11.00 hingga 12.30 WIB. Berbeda dengan sesi sebelumnya, kali ini seluruh siswa kembali ke kelas masing-masing untuk melaksanakan tadarus Al-Qur'an. Langkah ini diambil untuk menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan personal. Setiap ruang kelas pun berubah menjadi tempat yang penuh dengan lantunan ayat-ayat suci.

Kegiatan mengaji bersama ini dibimbing oleh guru mata pelajaran yang mengajar pada jam ke-6 sampai jam ke-8. Hal ini dilakukan agar setiap siswa mendapatkan perhatian lebih intensif dalam memperbaiki bacaan Al-Qur'an mereka. Guru pembimbing secara bergantian menyimak tajwid dan kelancaran membaca para siswa. Dengan metode ini, diharapkan tidak ada lagi siswa yang tertinggal dalam kemampuan literasi Al-Qur'an.

Dengan terlaksananya hari kedua ini, diharapkan siswa kelas IX tidak hanya sekadar mengikuti rutinitas, tetapi benar-benar membawa perubahan positif dalam kedisiplinan beribadah sehari-hari. Program Pesantren Ramadhan ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi karakter mereka setelah lulus nanti. Semoga nilai-nilai yang didapatkan selama kegiatan dapat terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. (EY)