Payakumbuh — Kegiatan Pesantren Ramadan hari kedua, Selasa, 03 Maret 2026 bagi siswa kelas VIII di Musala Al-Hilal SMP Negeri 3 Payakumbuh berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Seluruh rangkaian acara diikuti dengan antusias oleh para siswa serta guru yang mengajar pada jam pertama.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat dhuha berjamaah yang dibimbing oleh guru-guru yang mengajar pada jam pertama di kelas VIII. Suasana religius dan khusyuk terasa saat para siswa melaksanakan ibadah bersama di Musala Al-Hilal.
Usai salat dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan zikir pagi yang dipimpin langsung oleh guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, Bapak Rizky Kurniawan, S.Pd. Lantunan zikir yang menggema di dalam musala menambah suasana syahdu dan menumbuhkan semangat belajar para siswa.
Rangkaian kegiatan berikutnya adalah ceramah agama yang disampaikan oleh Ibu Yenti Murni, S.Ag., M.Pd. Dalam ceramahnya yang bertema “Stop Bully! Muslim Keren Itu Menghargai”, beliau mengajak seluruh siswa untuk menjauhi perilaku perundungan dalam kehidupan sehari-hari, baik secara lisan, fisik, maupun melalui media sosial. Dalam Islam, setiap muslim diajarkan untuk saling menghormati, menjaga lisan, dan tidak menyakiti hati orang lain. Perilaku bully dijelaskan sebagai tindakan yang dapat merendahkan, menghina, mengejek, atau menyakiti orang lain, yang bertentangan dengan ajaran Islam. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, sehingga tidak boleh saling menyakiti atau merendahkan. Sikap saling menghargai, empati, dan peduli terhadap sesama merupakan cerminan akhlak mulia.
Setelah ceramah selesai, siswa kelas VIII diberikan waktu untuk beristirahat. Selanjutnya, mereka diarahkan kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan kegiatan tadarus Al-Qur’an yang dibimbing oleh guru mata pelajaran yang mengajar di kelas tersebut.
Pesantren Ramadan hari kedua ini ditutup dengan pelaksanaan sholat dzuhur berjamaah di Mushalla Al-Hilal SMP Negeri 3 Payakumbuh. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang religius, berakhlak mulia, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan di bulan suci Ramadan. (NPN)