Payakumbuh — Kegiatan Pesantren Ramadan hari keempat bagi siswa kelas VIII di Musala Al-Hilal SMP Negeri 3 Payakumbuh yang berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026 berjalan dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Sejak pagi hari, para siswa telah mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk memperkuat keimanan serta menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat dhuha berjamaah yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VIII. Salat dhuha ini didampingi oleh guru yang mengajar pada jam pelajaran pertama. Dengan suasana yang tenang dan khidmat, para siswa melaksanakan ibadah tersebut hingga pukul 08.30 WIB.
Setelah salat dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan dzikir pagi yang dipandu oleh Bapak Rizki Kurniawan Putra, S.Pd. Alunan dzikir yang dilantunkan bersama-sama menggema di Musala Al-Hilal, menciptakan suasana yang syahdu dan menenangkan. Kegiatan dzikir pagi ini berlangsung dari pukul 08.30 hingga 09.30 WIB.
Memasuki sesi berikutnya, para siswa mengikuti tausiah atau ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Afdal Hidayat, S.Pd. Tausiah yang berlangsung dari pukul 09.30 hingga 11.30 WIB tersebut mengangkat tema “Hormati Gurumu, Sayangi Orang Tuamu: Adab kepada Orang Tua dan Guru.”
Dalam ceramahnya, Ustadz Afdal Hidayat menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai salah satu amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa ridha Allah sangat bergantung pada ridha orang tua. Oleh karena itu, setiap anak hendaknya selalu menghormati, menaati, serta mendoakan kedua orang tuanya dalam setiap kesempatan.
Selain itu, beliau juga mengingatkan para siswa tentang pentingnya menghormati guru sebagai sosok yang berjasa dalam memberikan ilmu dan membimbing mereka menuju masa depan. “Guru adalah orang tua kita di sekolah. Tanpa guru, kita tidak akan mengetahui banyak ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan,” ujarnya.
Ustadz Afdal juga menambahkan bahwa bentuk penghormatan kepada guru dapat diwujudkan melalui sikap sopan, mendengarkan dengan baik ketika guru menjelaskan pelajaran, serta mengamalkan ilmu yang telah diberikan. Menurutnya, ilmu akan lebih mudah membawa keberkahan apabila diperoleh dengan adab dan sikap hormat kepada guru.
Di akhir tausiahnya, Ustadz Afdal Hidayat mengajak para siswa untuk menundukkan kepala dan memanjatkan doa bagi kedua orang tua serta guru-guru mereka. Suasana haru pun terasa menyelimuti Mushalla Al-Hilal. Banyak siswa yang tampak tersentuh dan meneteskan air mata ketika mendoakan orang tua dan guru yang telah berjasa dalam kehidupan mereka.
Setelah rangkaian kegiatan tausiah selesai, para siswa diberi waktu istirahat sejenak sebelum kembali ke kelas masing-masing. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an yang didampingi oleh guru sesuai dengan jadwal pelajaran pada jam tersebut.
Melalui kegiatan Pesantren Ramadan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memperdalam pemahaman agama, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menghormati guru dan menyayangi orang tua.(NPN)